Cara Memilih Saham Undervalued: Strategi Cerdas Investor Nilai di Bursa Efek Indonesia

Jon Hendo - Thursday, 26 February 2026
Cara Memilih Saham Undervalued: Strategi Cerdas Investor Nilai di Bursa Efek Indonesia
Cara Memilih Saham Undervalued: Strategi Cerdas Investor Nilai di Bursa Efek Indonesia
Contents [ Buka ]

Mencari saham undervalued adalah salah satu strategi investasi saham yang paling populer di kalangan investor berpengalaman. Konsep ini dikenal sebagai value investing, yaitu membeli saham yang harganya dinilai lebih murah dari nilai wajarnya.

Di Indonesia, strategi ini banyak diterapkan pada saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana cara memilih saham undervalued untuk pemula maupun investor menengah agar bisa memaksimalkan potensi keuntungan jangka panjang.

Apa Itu Saham Undervalued?

Saham undervalued adalah saham yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya. Artinya, harga pasar saham tersebut lebih rendah dibandingkan nilai sebenarnya berdasarkan fundamental perusahaan.

Biasanya kondisi ini terjadi karena:

  • Sentimen pasar negatif sementara

  • Kondisi ekonomi makro

  • Isu jangka pendek

  • Kurangnya perhatian investor

Bagi investor cerdas, ini bisa menjadi peluang emas.

Kenapa Strategi Saham Undervalued Menarik?

Berikut alasan mengapa banyak investor memilih strategi ini:

1. Potensi Capital Gain Lebih Besar

Jika harga saham kembali ke nilai wajarnya, investor bisa mendapatkan keuntungan signifikan.

2. Margin of Safety Lebih Tinggi

Membeli saham di harga murah memberikan perlindungan terhadap risiko penurunan lebih lanjut.

3. Cocok untuk Investasi Jangka Panjang

Strategi ini sangat ideal bagi investor yang menggunakan pendekatan buy and hold.

Cara Memilih Saham Undervalued

Berikut langkah-langkah penting yang bisa kamu terapkan:

1. Analisis Rasio PER (Price to Earnings Ratio)

PER adalah rasio harga saham dibandingkan laba per saham (EPS).

Rumus sederhana:

PER = Harga Saham / EPS

Tips:

  • Bandingkan PER perusahaan dengan rata-rata sektor industri.

  • PER lebih rendah dari rata-rata sektor bisa menjadi indikasi undervalued.

Namun, jangan hanya melihat PER saja.

2. Periksa PBV (Price to Book Value)

PBV menunjukkan harga saham dibandingkan nilai buku perusahaan.

Rumus:

PBV = Harga Saham / Nilai Buku per Saham

Umumnya:

  • PBV < 1 sering dianggap undervalued

  • PBV rendah tapi fundamental bagus bisa menjadi peluang investasi

3. Cek Kinerja Fundamental Perusahaan

Saham murah belum tentu bagus. Pastikan perusahaan memiliki:

  • Laba konsisten

  • Arus kas positif

  • Utang terkendali

  • Pertumbuhan pendapatan stabil

Kamu bisa melihat laporan keuangan resmi melalui situs Bursa Efek Indonesia atau aplikasi sekuritas seperti:

  • Ajaib

  • Stockbit

4. Analisis Debt to Equity Ratio (DER)

DER mengukur tingkat utang perusahaan dibandingkan modalnya.

Rumus:

DER = Total Utang / Total Ekuitas

Idealnya:

  • DER tidak terlalu tinggi

  • Perusahaan mampu membayar kewajiban jangka panjang

Utang yang terlalu besar bisa berisiko di masa depan.

5. Perhatikan Prospek Bisnis dan Industri

Selain angka, perhatikan juga:

  • Apakah industri sedang bertumbuh?

  • Apakah perusahaan punya keunggulan kompetitif?

  • Bagaimana posisi perusahaan dibanding kompetitor?

Saham undervalued terbaik biasanya berasal dari perusahaan yang kuat tetapi sedang kurang diminati pasar.

Contoh Sederhana Strategi Value Investing

Misalnya sebuah saham perbankan besar mengalami penurunan harga karena sentimen global. Namun:

  • Laba tetap stabil

  • Dividen rutin dibagikan

  • Rasio keuangan sehat

Jika harga turun sementara fundamental tetap kuat, kondisi ini bisa menjadi peluang membeli saham undervalued.

Kesalahan yang Harus Dihindari

Agar tidak terjebak value trap, hindari kesalahan berikut:

1. Menganggap semua saham murah itu bagus
Harga murah belum tentu undervalued, bisa saja memang perusahaan sedang bermasalah.

2. Tidak Membandingkan dengan Sektor Industri
Analisis harus dilakukan relatif terhadap kompetitor.

3. Tidak Sabar
Strategi undervalued membutuhkan waktu agar harga kembali naik.

Berapa Modal Ideal untuk Strategi Saham Undervalued?

Untuk pemula, kamu bisa mulai dengan:

  • Modal Rp500.000 – Rp2.000.000

  • Fokus 1–3 saham berkualitas

  • Investasi bertahap (tidak langsung habis sekaligus)

Strategi ini membantu mengurangi risiko salah timing.

Tips Profesional Memilih Saham Undervalued

Berikut tips tambahan yang sering digunakan investor berpengalaman:

  • Gunakan kombinasi PER, PBV, dan ROE

  • Hindari perusahaan dengan penurunan laba terus-menerus

  • Perhatikan arus kas operasional

  • Diversifikasi portofolio

  • Gunakan uang dingin

Kesimpulan

Memilih saham undervalued adalah strategi investasi yang mengutamakan analisis fundamental dan kesabaran. Dengan memahami rasio keuangan seperti PER, PBV, dan DER, serta menilai prospek bisnis perusahaan, investor bisa menemukan peluang investasi dengan risiko lebih terkontrol.

Kunci utama dalam strategi ini adalah membeli perusahaan bagus di harga yang wajar atau lebih murah dari nilai sebenarnya.

Jika dilakukan dengan disiplin dan konsisten, strategi saham undervalued bisa menjadi salah satu cara terbaik membangun kekayaan jangka panjang di pasar saham Indonesia.

Artikel Lainnya