Banyak investor pemula membeli saham hanya karena rekomendasi orang lain atau mengikuti tren di media sosial. Padahal, jika ingin sukses dalam jangka panjang, kamu perlu memahami cara analisis saham terlebih dahulu.
Dalam dunia investasi, ada dua metode analisis yang paling sering digunakan, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi.
Di pasar saham Indonesia yang berada di bawah pengawasan Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, memahami kedua metode ini bisa membantu investor membuat keputusan yang lebih bijak.
Apa Itu Analisis Saham?
Analisis saham adalah proses mengevaluasi sebuah perusahaan untuk menentukan apakah saham tersebut layak dibeli, ditahan, atau dijual.
Tujuannya:
-
Mengurangi risiko kerugian
-
Menemukan saham potensial
-
Menentukan waktu beli yang tepat
-
Mengoptimalkan keuntungan investasi
Biasanya investor menggunakan kombinasi analisis fundamental + teknikal agar hasilnya lebih akurat.
1. Analisis Fundamental Saham
Analisis fundamental digunakan untuk menilai kesehatan bisnis sebuah perusahaan. Metode ini cocok untuk investor jangka panjang.
Investor yang menggunakan analisis fundamental biasanya bertanya:
-
Apakah perusahaan ini sehat?
-
Apakah laba perusahaan terus bertumbuh?
-
Apakah saham ini murah atau mahal?
Hal Penting dalam Analisis Fundamental
1. Melihat Laporan Keuangan
Tiga laporan utama yang perlu diperhatikan:
-
Laporan laba rugi
-
Neraca keuangan
-
Arus kas perusahaan
Dari sini kita bisa mengetahui apakah perusahaan berkembang atau justru mengalami penurunan.
2. Memahami Rasio Keuangan Penting
Beberapa rasio yang sering digunakan investor profesional:
PER (Price to Earnings Ratio)
Menunjukkan apakah harga saham mahal atau murah dibanding laba perusahaan.
PBV (Price to Book Value)
Digunakan untuk melihat valuasi saham terhadap nilai buku perusahaan.
ROE (Return on Equity)
Menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari modal pemegang saham.
DER (Debt to Equity Ratio)
Mengukur seberapa besar utang perusahaan dibandingkan modal.
3. Perhatikan Pertumbuhan Perusahaan
Investor biasanya memilih perusahaan yang memiliki:
-
Pendapatan meningkat setiap tahun
-
Laba stabil atau bertumbuh
-
Bisnis yang masih berkembang
-
Manajemen yang baik
Perusahaan seperti ini biasanya lebih kuat menghadapi krisis ekonomi.
4. Analisis Industri dan Prospek Bisnis
Selain perusahaan, penting juga melihat sektor industrinya.
Contoh sektor yang sering menarik investor:
-
Perbankan
-
Energi
-
Konsumsi
-
Teknologi
Jika sektor industri berkembang, biasanya saham di dalam sektor tersebut juga ikut bertumbuh.
2. Analisis Teknikal Saham
Jika analisis fundamental fokus pada perusahaan, maka analisis teknikal fokus pada pergerakan harga saham.
Metode ini sering digunakan oleh:
-
Trader
-
Investor jangka menengah
-
Swing trader
Biasanya analisis teknikal menggunakan grafik (chart).
Banyak investor menggunakan aplikasi seperti
Stockbit atau
Ajaib untuk melihat grafik saham.
Dasar Analisis Teknikal yang Wajib Dipahami
1. Support dan Resistance
Ini adalah konsep paling dasar dalam trading saham.
Support
Harga area di mana saham sering berhenti turun.
Resistance
Harga area di mana saham sering gagal naik lebih tinggi.
Investor biasanya:
-
Beli di area support
-
Jual di area resistance
2. Trend Saham
Ada tiga jenis tren utama:
-
Uptrend (harga naik)
-
Downtrend (harga turun)
-
Sideways (harga bergerak datar)
Investor yang sukses biasanya mengikuti tren pasar, bukan melawannya.
3. Volume Transaksi
Volume menunjukkan seberapa besar aktivitas jual beli saham.
Jika:
-
Harga naik + volume besar → tren kuat
-
Harga naik + volume kecil → tren lemah
Volume sering menjadi indikator penting bagi trader.
4. Indikator Teknikal Populer
Beberapa indikator yang sering digunakan:
Moving Average (MA)
Digunakan untuk melihat tren harga saham.
RSI (Relative Strength Index)
Menentukan apakah saham sedang overbought atau oversold.
MACD (Moving Average Convergence Divergence)
Digunakan untuk melihat momentum pergerakan harga.
Perbedaan Analisis Fundamental vs Teknikal
| Analisis Fundamental | Analisis Teknikal |
|---|---|
| Fokus pada kinerja perusahaan | Fokus pada grafik harga |
| Cocok untuk jangka panjang | Cocok untuk trading |
| Menggunakan laporan keuangan | Menggunakan chart saham |
| Menilai nilai perusahaan | Menentukan timing beli |
Banyak investor sukses menggabungkan keduanya.
Contoh:
-
Fundamental untuk memilih saham bagus
-
Teknikal untuk menentukan waktu beli
Strategi Analisis Saham yang Direkomendasikan untuk Pemula
Berikut strategi yang sering digunakan investor berpengalaman:
1. Pilih Saham dengan Fundamental Kuat
Cari perusahaan yang:
-
Laba stabil
-
Utang terkendali
-
Bisnis berkembang
2. Tunggu Harga di Area Support
Gunakan analisis teknikal untuk menentukan waktu beli yang lebih aman.
3. Hindari Saham yang Sedang Tidak Jelas Trendnya
Saham yang sideways lama sering membuat investor bingung.
4. Gunakan Strategi Investasi Bertahap
Strategi populer yang digunakan investor:
Dollar Cost Averaging (DCA)
Membeli saham secara rutin setiap bulan.
Ini bisa mengurangi risiko membeli di harga puncak.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula Saat Analisis Saham
Banyak investor baru melakukan kesalahan berikut:
-
Tidak melakukan riset saham
-
Terlalu percaya rekomendasi influencer
-
Membeli saham karena viral
-
Tidak memahami risiko
-
Terlalu sering trading
Padahal kunci sukses investasi saham adalah konsistensi dan analisis yang baik.
Kesimpulan
Memahami cara analisis saham adalah langkah penting bagi investor pemula yang ingin sukses di pasar saham. Dengan menggabungkan analisis fundamental untuk memilih perusahaan terbaik dan analisis teknikal untuk menentukan waktu beli, peluang mendapatkan hasil investasi yang optimal akan jauh lebih besar.
Investasi saham bukan tentang cepat kaya, tetapi tentang membangun kekayaan secara konsisten dalam jangka panjang.