Banyak investor pemula panik ketika pasar saham turun. Padahal bagi investor berpengalaman, penurunan IHSG justru sering dianggap sebagai peluang membeli saham bagus dengan harga lebih murah.
IHSG sendiri merupakan indeks utama yang mencerminkan pergerakan seluruh saham di Bursa Efek Indonesia. Ketika IHSG turun, biasanya banyak saham berkualitas ikut terkoreksi meskipun fundamental perusahaannya tetap kuat.
Artikel ini akan membahas saham seperti apa yang biasanya menarik untuk dibeli ketika pasar sedang turun.
Kenapa Banyak Investor Membeli Saat IHSG Turun?
Ada konsep investasi terkenal yaitu:
Buy when others are fearful
Artinya membeli saat banyak orang takut menjual saham.
Alasan strategi ini sering berhasil:
-
Harga saham menjadi lebih murah
-
Potensi rebound lebih besar
-
Investor bisa mendapatkan valuasi lebih baik
-
Peluang keuntungan jangka panjang meningkat
Namun tetap penting memilih saham yang tepat, bukan sekadar saham yang sedang turun.
Ciri Saham yang Bagus Dibeli Saat Pasar Turun
Tidak semua saham layak dibeli ketika IHSG turun. Berikut ciri saham yang biasanya dicari investor profesional:
1. Fundamental Perusahaan Kuat
Perusahaan dengan kondisi keuangan sehat biasanya bisa bertahan saat krisis.
Ciri-cirinya:
-
Laba stabil atau terus tumbuh
-
Utang tidak terlalu besar
-
Bisnis tetap berjalan baik
-
Memiliki pangsa pasar kuat
2. Saham Blue Chip
Saham blue chip adalah saham perusahaan besar yang sudah terbukti stabil.
Contoh saham yang sering dianggap blue chip di Indonesia:
-
Bank Central Asia
-
Bank Rakyat Indonesia
-
Telkom Indonesia
-
Astra International
Biasanya saham-saham ini lebih cepat pulih setelah pasar membaik.
3. Saham dengan Dividen Stabil
Ketika pasar turun, saham yang memberikan dividen tetap menarik karena investor masih bisa mendapatkan income.
Perusahaan yang rutin membagikan dividen biasanya memiliki bisnis yang sehat.
4. Harga Sudah Mendekati Area Support
Investor sering menggunakan analisis teknikal untuk melihat area support.
Jika saham mendekati area ini:
-
Risiko turun lebih kecil
-
Potensi rebound lebih besar
Strategi ini sering digunakan oleh investor jangka menengah.
Sektor Saham yang Biasanya Tahan Saat IHSG Turun
Beberapa sektor dikenal lebih kuat ketika pasar sedang turun.
Sektor Perbankan
Bank besar biasanya tetap stabil karena memiliki basis bisnis yang kuat.
Sektor Konsumsi
Perusahaan yang menjual kebutuhan sehari-hari biasanya tetap dibutuhkan masyarakat.
Sektor Energi
Saham energi sering mendapat perhatian ketika harga komoditas naik.
Sektor Infrastruktur
Sektor ini sering didukung oleh pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Strategi Membeli Saham Saat IHSG Turun
Agar investasi lebih aman, investor biasanya menggunakan strategi berikut.
1. Dollar Cost Averaging (DCA)
Strategi ini sangat populer di kalangan investor jangka panjang.
Caranya:
-
Membeli saham secara bertahap
-
Tidak langsung membeli dalam jumlah besar
-
Membagi modal menjadi beberapa bagian
Keuntungan strategi ini adalah mengurangi risiko salah timing.
2. Fokus pada Saham Berkualitas
Ketika pasar turun, saham berkualitas biasanya:
-
Turun lebih sedikit
-
Lebih cepat pulih
-
Menarik investor institusi
3. Jangan Terlalu Agresif
Kesalahan yang sering dilakukan investor pemula adalah langsung membeli banyak saham ketika pasar turun.
Padahal pasar bisa saja turun lebih dalam.
Karena itu investor biasanya:
-
Menyimpan cadangan dana
-
Membeli secara bertahap
-
Menghindari keputusan emosional
Kesalahan Investor Saat Pasar Turun
Banyak investor justru melakukan kesalahan berikut:
Panik Menjual Saham
Padahal penurunan pasar adalah hal yang normal dalam siklus investasi.
Membeli Saham Spekulatif
Saham murah belum tentu bagus.
Tidak Melakukan Analisis
Investasi tanpa analisis bisa berisiko besar.
Tips Investasi Saat IHSG Turun
Berikut tips yang sering digunakan investor profesional:
-
Fokus pada saham perusahaan besar
-
Gunakan strategi investasi bertahap
-
Perhatikan valuasi saham
-
Jangan mengikuti rumor pasar
-
Pikirkan jangka panjang
Investor sukses biasanya melihat penurunan pasar sebagai kesempatan, bukan ancaman.
Kesimpulan
Ketika IHSG turun, sebenarnya ada peluang besar untuk membeli saham berkualitas dengan harga lebih murah. Namun kunci utamanya adalah memilih perusahaan dengan fundamental kuat, strategi investasi yang tepat, dan tetap berpikir jangka panjang.
Investor yang sabar dan konsisten biasanya mendapatkan hasil terbaik dari kondisi pasar seperti ini.